Senin, 09 April 2012
Avikom Kembali Produksi 3 film Terbaru
Yogyakarta, Cinematograp - Kelompok Studi Mahasiswa Audio Visual Komunikasi (KSM Avikom) dalam waktu dekat akan kembali meluncurkan film-film terbaru mereka. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan eksistensi dan prestasi mereka di dunia film indie. Selain itu, lebih lanjut karya-karya ini akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film indie di seluruh Indonesia.
Di tengah-tengah produksi salah satu film kemarin (7/4), kabid humas Avikom Nunik Hariyanti menyampaikan, “Melalui karya-karya inilah kami menunjukan bentuk konsistensi, totalitas, dan loyalitas kami dalam dunia perfilman indie“. Kesibukan kuliah anak-anak Avikom yang merupakan mahasiswa aktif Jurusan Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta ini, bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya. Mereka pun siap menunjukan karya terbaru mereka alam waktu dekat. “Tidak tanggung-tanggung kami kini tengah menggarap tiga film dengan latar cerita yang berbeda”, tambahnya.
Ketiga film yang di sutradarai oleh Norton Handri, Intan Kusuma, dan Suhada Abil tersebut, kini tengah mencapai tahap produksi. Ketiganya mengangkat tema dan cerita berbeda. Film dari Norton mengangkat ide cerita para petani di era awal mula munculnya PKI. Selain itu juga ada film garapan Intan yang mengangkat tema fantasi modern. Sedang sutradara film lainnya Abil menggarap ide cerita yang terinspirasi dari orang-orang yang mengalami cacat tuna daksa. “Ketiga film baru ini kami persiapkan untuk mengikuti festival-festival film di tahun 2012”, kata Norton Handri selaku ketua KSM Avikom di tempat berbeda.
Setelah sukses dengan film Saving Brother yang banyak mendapat penghargaan di tahun 2011 hingga pertengahan 2012, Avikom kini terus mengembangkan kemampuan di dunia perfilman. “Kami tidak ingin cepat puas, jika kami hanya puas pada satu karya saja maka kami tidak akan berkembang”, ungkap Norton. Itulah yang sekiranya menjadi dasar mereka kini memproduksi 3 film terbaru. Bukan hanya sekedar numpang eksis di tengah dunia perfilman indie, akan tetapi juga berniat untuk terus berprestasi.
“Mungkin ini cara kami berbakti kepada masyarakat sebagai mahasiswa. Tidak dengan demo menuntut pembatalan kenaikan BBM, tetapi menggunakan cara kami sendiri dengan menghasilkan karya film yang dapat dinikmati masyarakat”, sebut Norton dengan nada bercanda. Sebuah pemikiran sederhana pasca maraknya aksi-aksi anarkis yang dilakukan beberapa mahasiswa saat menuntut pembatalan kenaikan harga BBM kemarin.(far)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar